Part 1
Aku diam terduduk di bangku teras rumah, bau setelah hujan turun adalah salah satu kesukaan gadis kecil itu, yah si gadis kecil yang kini mungkin sedang berceloteh riang diatas langit sana. Aku tak dapat menjelaskan betapa aku merindukannya, sangat merindukannya, gadis kecil yang selalu semaunya sendiri malah meninggalkan rumah ini, rumah yang selalu mencarinya. Gadis kecil itu Keyla, my lil sister. Aku hanya memiliki dia, adikku hanya dia satu-satunya. Semua orang tau tabiatnya yang keras kepala dan mau seenaknnya sendiri, tapi karena hal itulah semua orang menyayanginya termasuk aku meskipun aku tak pernah mengatakannya. Dia selalu memonyongkan bibirnya jika ada keinginannya yang belum terwujud. Key, betapa aku merindukannya…
Sudah 1 tahun dia pergi, harusnya sekarang dia sedang menyiapkan kelulusannya, memakai toga dikepalanya dan menjadi seorang sarjana desainer seperti yang dia inginkan selama ini, tapi dia terlalu muda untuk pergi, betapa banyak harapan yang belum dia wujudkan tapi dia sudah pergi. Aku bangun dari sana dan pergi menuju ke satu ruangan dan masuk kesana. Ruangan itu masih sama seperti dulu, aku tak pernah mau masuk kesana selama setahun belakangan ini, karena aku merasa sesak setiap aku ingat Key. Laptop miliknya masih terbaring rapi di meja belajarnya, menunggu pemiliknya yang takkan pernah bisa menyentuhnya lagi, aku membuka perlahan laptop itu dan menghidupkannya. Lalu membuka rak bukunya, rapi sangat rapi berbeda ketika dia masih ada, pasti semuanya akan keluar dari peraduannya dan berserakkan dilantai, dan aku sangat rindu melihat itu semua lalu aku memarahi dirinya. Messengernya langsung aktif karena dia sangat menyukai internet. Ada beberapa pesan, aku membukanya, dari –Sky-
Sky : Hi, rain… How are you??? Why you never online??? How about your friend??? Is she still hates you???
Aku membacanya dengan perlahan, mencoba mengerti sederet pertanyaan itu, ‘Maksudnya??? Yang dia dengan ‘she’ itu siapa???’ Aku bertanya pada diriku sendiri mencoba beberapa ingatan yang masih hangat dalam otakku, aku tau seperti apa adikku, dia gadis yang baik, dia punya 1 sahabat, sahabat yang dianggap seperti saudaranya sendiri, namanya Sherly. Sherly dan Keyla selalu bersama, persis seperti anak kembar yang selalu bersama dan tak pernah dipisahkan, Sherly cantik setidaknya itulah yang kulihat dan itulah pendapatku. Aku tau karena aku sering mendengar Sherly dan Keyla berbicara. Tapi apa maksud ’Is she still hates you???’.
Aku berdeham, lalu tak lama kemudian Sky online. Aku segera mengetik beberapa patah kata, dengan kemampuan berbahasaku yang pas pas an.
Rain : Hello, i am Rain’s sister; can you explain with me about your question??? Who hates my lil sis???
Sky : Typing message…
Sky : Nice to meet you… Where is Rain??? I miss her… Ask her, she will explain that…
Rain : She couldn’t explained anything…
Sky : What you mean???
Rain : She was die because car accident one years ago.. L
Sky : WHAT??? DON’T LIE WITH ME!!!
Rain : I am not lie with you!!! She never online because she was gone!!! So tell me about your question, who hates my sis???
Sky : Typing message…
Rain : Hey!!! Hurry up!!!
Sky : I can’t say anything… My tear was fallen now, I really sad with that… Rain, why is she gone???
Rain : Sky, until now, I can’t receive she gone, leave me and my family… I always miss her, and when I saw rain, I always remembered her…
Sky : Someone hates rain is her best friend…
Rain : WHAT??? Please don’t joke with me!!!
Sky : Rain tells me about that, she said her best friend said hates her…
Aku berdeham, ‘Sherly benci Keyla??? Bagaimana bisa???’
Rain : Why???
Sky : Rain just tell it, she still love her best friend even though her best friend always hurt her…
Sky : Who’s real name Rain??? She promised me she will tell me after Christmas but her never online, can you tell me about that???
Rain : Abigail Keyla…
Sky : Thanks Keyla’s sister…
Aku tersenyum, Keyla selalu membuatku merasa kagum padanya. Aku membuka lemari bukunya dan berusa mencari apapun yang bisa memberitauku tentang kenyataan semua ini. Aku tiba-tiba ingat sesuatu, HP Keyla, mungkin dari sana aku bisa menemukan sesuatu, aku berlari ke laci samping tempat tidurnya, Keyla selalu menaruh HP-nya disana. Aku menyalakan secepat yang aku bisa.
Beberapa SMS masuk kesana, aku membukanya, salah satunya dari Dyon.
Aku mengerutkan keningku, Dyon??? Siapa lagi dia???
Key, maaf banget kali ini gue ga bisa bantu lo, Tristan emang udah lama suka sama Sherly bahkan sebelum dia jadian sama lo… Gue rasa lo ngerti kondisinya…
Sender : Dyon
Aku membuka pesan kedua.
Lo yakin Key???
Sender : Amanda
Aku menghela nafas, menyesali kenapa aku baru membuka ini sekarang. Aku menekan tombol Amanda, call. Aku bicara padanya dan aku ingin menemuinya siang ini.
***